Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1 other follower

Stat

Alexa Rank

Nilai (Value)

Nilai (Value) Individu dan Organisasi

Oleh : Hendry ** (tulisan rintisan)

Abstract

Nilai dan teori nilai merupakan gabungan dari berbagai bidang keilmuan seperti filsafat, etika, atau manajemen. Pendekatan pertama, dilakukan oleh M.J. Langeveld dalam tulisannya “menuju pemikiran filsafat” tahun 1957. Langeveld membahas mengenai teori nilai dan etika dalam Bab VII bukunya.

Nilai atau value didefinisikan sebagai alasan dasar bahwa “cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan dengan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan (Rokeach, 1973, dalam Robbins, 2007).

(more…)

Employee Engagement

Employee Engagement : Litelature Review

Oleh Hendry

Abstract

Sebuah konsep yang paling baru mengenai sikap kerja adalah keterlibatan karyawan (employee engagement). Karena merupakan konsep baru, bahasan employee engagement masih sedikit dipelajari mengenai keterkaitannya dengan konsep-konsep yang lain seperti kepuasan kerja, komitmen organisasional, keterlibatan kerja, motivasi, dan konsep organisasi lainnya. Artikel ini selanjutnya akan merangkum mengenai bagaimana hubungan employee engagement berhubungan dengan berbagai faktor di perusahaan.

(more…)

Kepemimpinan Karismatik

Sumber Photo : soekarno.net

Charismatic Leadership

Individu seperti John F. Kennedy, Winston Churchill, Warrant Buffet, dan Soekarno memiliki daya tarik tersendiri sehingga mereka mampu melakukan sesuatu yang berbeda terhadap pengikutnya. Pemimpin seperti ini biasanya disebut sebagai pemimpin karismatik. Max Weber menyebutkan bahwa beberapa pemimpin memiliki anugerah berupa kualitas yang luas biasa atau karisma yang membuat mereka mampu memotivasi pengikutnya untuk mencapai kinerja yang luar biasa.

Di Indonesia, tokoh Soekarno merupakah salah satu contoh pemimpin karismatik yang sulit ditemui lagi di masa sekarang. Kemampuan Soekarno menggerakkan, mempengaruhi, dan berdiplomasi telah menyatukan berbagai suku, agama, golongan menjadi satu kesatuan yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artikel ini tidak akan membahas secara spesifik mengenai Soekarno, tapi lebih menguraikan secara umum mengenai pemimpin karismatik.

(more…)

Menentukan Ukuran Sampel Menurut Para Ahli

Beberapa pendapat ahli mengenai ukuran sampel adalah sebagai berikut :

Gay dan Diehl (1992) berpendapat bahwa sampel haruslah sebesar-besarnya. Pendapat Gay dan Diehl (1992) ini mengasumsikan bahwa semakin banyak sampel yang diambil maka akan semakin representatif dan hasilnya dapat digenelisir. Namun ukuran sampel yang diterima akan sangat bergantung pada jenis penelitiannya.

(more…)

Path Goal Theory of Leadership

Path Goal theory (teori jalur tujuan) dari kepemimpinan telah dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana perilaku seorang pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahannya. Teori ini pertama kali diungkapkan oleh Evans (1970) dan House (1971). House (1971) memformulasikan teori ini dengan versi yang lebih teliti dengan menyertakan variabel situasional. Teori tersebut semakin dimurnikan oleh beberapa penulis seperti Evans (1974); House dan Dessler (1974); House dan Mitchell (1974; dan House (1996).

(more…)

MODEL KEPEMIMPINAN KONTIJENSI FIEDLER

MODEL KEPEMIMPINAN KONTIJENSI FIEDLER

Least Preferred Coworkers (LPC)

Model kepemimpinan kontijensi Fiedler (1964, 1967) menjelaskan bagaimana situasi menengahi hubungan antara efektivitas kepemimpinan dengan ukuran ciri yang disebut nilai LPC rekan kerja yang paling tidak disukai (Yukl, 2005:251).

(more…)

Menilai Efektivitas Organisasi

Cara Menilai Keefektifan Organisasi

Efektivitas organisasi dapat diukur dari berbagai pendekatan, antara lain :

Menurut Daft (2010)

  1. Pendekatan sasaran (goal attainment approach) mengemukakan bahwa efektivitas organisasi dinilai berdasarkan pencapaian atau hasil akhir. Misalnya produktivitas dapat diukur berdasarkan output dibagi input, dan lain sebagainya. Pada pendekatan ini, ukuran-ukuran yang lazim digunakan antara lain profitabilitas, pertumbuhan, market share, social responsibility
  2. Pendekatan sistem (system approach) menekankan pada sasaran jangka panjang dengan mengindahkan interaksi antara organisasi dan lingkungannya. Atau penekanannya tidak hanya pada hasil akhir saja, namun sasaran juga diperhitungkan. Misalnya O/I di rumah sakit diukur dengan rasio antara jumlah pasien yang sembuh dengan jumlah pasien seluruhnya.
  3. Pendekatan Stakeholder(s) menekankan pada kepuasan konstituen dalam suatu lingkungan. Dalam hal ini, yang dimaksud konstituen antara lain pemasok, pelanggan, pemilik, karyawan, pemegang saham, dst
  4. Pendekatan proses internal (internal process) mengukur kesehatan kondisi internal organisasi. Indikator ukurannya misalnya team spirit index, trust index, knowledge sharing index, dst
  5. Pendekatan nilai bersaing (completing value approach) menekankan pada penilaian subjektif seseorang pada organisasinya.  Pendekatan ini lebih banyak digunakan untuk melakukan diagnosig budaya organisasi, namun banyak perusahaan menggunakannya sebagai sarana untuk mengukur efektivitas organisasi.

(more…)